//
you're reading...
Uncategorized

Cerita Hijau #1 : Totebag-Totebag-an ala Atika dan Aldian

Ketika tren totebag membuat jenis tas ini dipakai kemana-mana oleh siapa saja, memang sempat ada kekhawatiran tingkat konsumsi terhadapnya yang begitu tinggi akan merugikan bumi. Bagaimana tidak?

Totebag itu dari kain, kain itu dari bahan tambang, yang berarti meningkatnya konsumsi pada totebag turut meningkatkan pula konsumsi pada kain, hingga akhirnya mempengaruhi pula tingkat konsumsi pada bahan tambang yang mana bukan sumber daya alam yang kapan saja bisa ada. Jadi ketika ada seseorang yang mampu mengurangi tingkat konsumsi pada totebag tanpa mengurangi pula jumlah kepemilikannya pada barang tersebut, saya amazed. “Usaha mereka lumayan. Masih bisa punya totebag, meski bukan totebag ‘beneran’,” pikir saya mengapresiasi jalan pikirnya. Berikut seseorang tersebut (sebenarnya ada dua orang) beserta kisah yang sangat pendek sekali tentang totebag-totebag-an mereka. Siapa tahu Anda bisa meniru jalannya, hingga memiliki totebag bukan untuk sekedar gaya.

Tersebutlah kisah dua orang, lelaki dan perempuan, pasangan cinta-cintaan, bernama Atika dan Aldian, teman dekat saya, seangkatan. Si Atika, rasa saya, agak ngefans dengan jenis tas berbentuk kotak yang bisa membawa apa saja. Sebut saja totebag. Buktinya, ia suka berbinar-binar melihat totebag yang sedang diskon di mall. Dulu, ia sempat punya kebiasaan jelek: agak selalu beli totebag tiap lihat harganya terjangkau kocek. Saya tulis “agak” karena memang tidak selalu, tapi sekali beli bisa langsung lima. “Harganya murah lho ming. Cuma 15ribu rupiah,” begitu pembelaannya. Saya mau protes, tapi tak berani.

Takut ia semakin ngeles saja. Malas saya dengarnya. Padahal, dalam hati saya khawatir hobinya punya andil negatif untuk lingkungan. Tapi, kok ya saya cuma bisa diam, nonton. Walaahh..

Maka dari itulah, saya lega ketika suatu hari, ia bersama pasangannya yang pemerhati lingkungan bernama Aldian, memutuskan untuk mereproduksi kaos bekas menjadi totebag sederhana. “Untung pacarnya sadar,” senang saya, gembira melihatnya. “Mulanya karena lihat banyak kaos bekas sayang dibuang, jadi langsung kepikiran menjahitnya jadi totebag,“ ujarAtika tentang awal mula idenya, disambut senyum bangga oleh pacarnya. Caranya cukup mudah. Pertama, mereka memilih kaos yang sudah tidak terpakai, lalu mengukurnya dan memberikan sisanya kepada penjahit jalanan. “Kemaren kira-kira habis 10-15ribu satu totebag, sudah termasuk ongkos jahit sama harga talinya.Kalau bisa jahit sendiri, harganya bisa lebih murah lagi. Emang harganya ndak jauh beda sama totebag murahan di pasar minggu. Tapi rasanya itu lho beda. Bisa bikin sendiri, puas di hati,” kata Atika sambil mesam-mesem senang ketika saya bertanya tentang ongkos pembuatannya. Lumayan. Kemarin mereka bikin tiga, semuanya dari kaos bekas. Memang hasilnya tak terlalu bagus, cenderung sedikit molor kainnya. Maklum, namanya juga totebag-totebag-an.Tapi bisa punya partisipasi positif dalam usaha penyelamatan bumi saya rasa jauh lebih menyenangkan daripada sekedar punya totebag bagus (dan agak mahal) yang bisa dipamerkan ke teman-teman. Lebih memuaskan dan lebih “halal”. Bahkan, bisa bikin ketagihan.

“Aku abis ini pengen bikin tas dari jaket ming. Sama bikin celemek juga dari kaos bekas. Waaahh.. banyak deh idenya,” ujar Atika, satu bukti betapa usaha go green ini begitu mengadiksi.

Syukurlah. Teman saya yang lumayan gila totebag ini sudah bisa menyalurkan energinya ke kegiatan yang benar. Kita doakan saja semoga terealisasi semua ide hijaunya. Sekarang, tinggal pertanyaannya. “Kita kapan?” Marilah menjawab dengan tindakan. Mau?

Oya ini hasil kerja mereka. Saya hanya foto dua karena yang satu sedang dipakai berbelanja. Memang begitu seharusnya adanya: totebag jadi shopping bag. Maju teruslah usaha sedekah alamnya. Bravo!

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Galeri Foto SUMUK

%d bloggers like this: