//
you're reading...
Uncategorized

Jangan Pernah Melupakan Sejarah!

Tugu Malang (Oleh: Kopral)

Tugu Malang yang terletak di koordinat 7°58’37″S – 112°38’2″E ini merupakan monumen dengan posisi di tengah-tengah kota Malang. Tepatnya, monumen Tugu ini berada di Alun-Alun Bunder yang merupakan bangunan dengan nilai sejarah sangat tinggi, sebagai peninggalan pemerintah Kolonial Belanda ketika menjajah Indonesia.

Monumen Tugu merupakan bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Di sekelilingnya terdapat kolam dengan bunga-bunga teratai yang selalu mekar, dan kini juga ada taman rumput dengan bunga-bunga yang indah. Di daerah sekitar taman ini terdapat banyak pohon-pohon Trembesi yang umurnya sudah sangat tua.

Diceritakan di berbagai situs dan buku-buku sejarah, pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesa, masyarakat Malang bergerak dan berusaha untuk meraih kemerdekaan serta mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Kala itu, mereka ingin mempunyai pemerintahan yang dipimpin oleh orang Indonesia sendiri.

Teks-teks proklamasi ditulis di banyak bangunan dan jalan-jalan di seluruh Kota Malang. Sama dengan di Surabaya, di Malang juga dibentuk KNID dan BKR. Masa peralihan di Malang sangat berbeda dengan di Surabaya. Sekalipun terjadi banyak insiden, itu semua tidak mempengaruhi kelangsungan Pemerintahan Indonesia.

Di Malang telah terbentuk Dewan Pimpinan Daerah yang dipimpin oleh Bapak Sam, sehingga pemerintahan di Malang bisa berjalan dengan baik. Dari sini kemudian pemerintah mulai membangun Kota Malang. Salah satu rencana pemerintah saat itu adalah membangun sebuah Tugu Kemerdekaan di kota sejuk ini.

Pada 17 Agustus 1946, pemerintah Kota Malang merencanakan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Tugu yang ditandatangani langsung oleh Ir. Sukarno sebagai wakil dari masyarakat Malang, dan A.G. Suroto sebagai kepala komite pembangunan. Namun sayang, ketika monumen itu sudah 95% jadi, tiba-tiba terjadi Agresi Militer Belanda I.

Monumen Tugu nampaknya membuat pasukan Belanda bisa merasakan semangat kemerdekaan yang dimiliki oleh masyarakat Malang. Hingga akhirnya pada 23 Desember 1948, monumen tersebut dirusak oleh pasukan Belanda hingga tinggal puing-puing.

Kemudian, atas desakan masyarakat Malang, pada 9 Juni 1950 pemerintah kota Malang membentuk panitia baru untuk membangun kembali Monumen Tugu. Setelah selesai dibangun, pada 20 Mei 1953, monumen ini disahkan oleh Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno.

Membangun monumen Tugu Malang ini tentu saja tidak sembarangan. Ada makna-makna yang terkadung dalam bangunan dengan bentuknya yang sedemikian rupa. Berikut penjabarannya:

  • Tugu monumen yang berbentuk bambu tajam, berarti bahwa senjata inilah yang pertama kali digunakan bangsa Indonesia ketika menghadapi Kolonialisme Belanda dan berusaha merebut kemerdekaannya.
  • Rantai, yang menggambarkan kesatuan Indonesia dalam perjuangan yang tidak mungkin akan bisa dipisahkan.
  • Tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut, menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
  • Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi, berarti 17 Agustus. Menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.
  • Monumen ini terletak di tengah-tengah kolam yang di dalamnya terdapat bunga Teratai berwarna putih dan merah, melambangkan keberanian dan kesucian rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

Demikian sejarah singkat pembangunan monumen Tugu Malang yang hingga kini masih berdiri kokoh. Seiring perkembangan zaman, bangunan ini pun semakin dipercantik dengan lampu warna-warni dan air mancur. Beberapa warga kota Malang pun kerap menghabiskan waktu luang mereka untuk menikmati pagi, sore atau hari libur mereka di sana.

Nah! Setelah mengetahui bagaimana perjuangan membangun Tugu Malang ini, ada baiknya jika kita menjaga bangunan itu tetap pada tempatnya dan semakin bersih setiap harinya. Tempat sampah yang sudah disediakan di sana, seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

Yang menjaga kota Malang, kalau bukan kita, siapa lagi?

 

[Rewrite] Sejarah Monumen Tugu Kota Malang

Sumber: Pasar Tugu

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Galeri Foto SUMUK

%d bloggers like this: